Categories: Luwak

Populasi Musang Luwak

Musang Luwak adalah hewan menyusui atau mamalia, banyak sekali penyebutan untuk hewan ini salah satu diantaranya: civet, musang, luwak.

Kingdom: Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mamalia

Ordo : Carnivora

Famili : Viverridae

Genus : Paradoxurus

Species: Paradoxurus Hermaphroditus

Secara umum musang atau luwak ini dibagi menjadi 4 species yaitu :

  • Musang atau Civet Palm Asia (Paradoxurus Hermaphroditus) adalah musang yang menyebar luas di India, Pakistan, Bangladesh, Burma, Tiongkok, Filipina dan Indonesia.
  • Musang Emas (Paradoxurus Zeylonensis) musang yang menyebar terbatas di Sri Lanka.
  • Musang Coklat Jerdoni (Paradoxurus Jerdoni) adalah musang yang menyebar terbatas di India selatan (Kerala).
  • Musang Mentawai (Paradoxurus Lignicolor) adalah musang yang menyebar terbatas di kepulauan Mentawai.

Habitat hewan ini biasanya hutan primer (2000 meter dari permukaan laut), hutan sekunder dan sekitar perkebunan. Hewan ini sangat menyukai buah-buahan yang berasa manis seperti rambutan, nangka, pepaya dan pisang. Selain itu juga sangat menyukai hewan  unggas, kelinci, marmut dsb.

Populasi dan penyebarannya di  Indonesia paling banyak terdapat di Provinsi Sumatera (Sumut dan Lampung), Bali, Sumba, Lombok, Jawa, Sulawesi dan Kalimantan.

Musang atau luwak termasuk hewan yang aktif pada malam hari dan pandai memanjat pepohonan (arboreal). Meskipun termasuk kedalam jenis hewan pemakan daging (karnivora) tetapi juga sebagai pemakan tanaman atau buaah-buahan (omnivora).

Musang atau luwak mempunyai fungsi ekologis sebagai agen permudaan hutan atau sebagai media untuk mempertahankan kelestarian dan keragaman hayati hutan. Hewan ini hanya dapat mencerna jenis pakan daging dan buah. Biji-bijian yang keras biasanya keluar kembali berupa kotoran (feses). Oleh karena itu kotoran berupa biji-bijian seperti kopi umumnya menyebar di sekitar tempat hidupnya.

Secara fisik musang atau luwak ini mempunyai keindahan bulu yang lembut, kelembutan bulunya dapat mengalahkan kelembutan bulu kucing. Hewan ini juga tidak berbau dan sesekali mengeluarkan bau harum dari tubuhnya seperti bau pandan. Hormon pada tubuh musang atau luwak ini mengandung komposisi kimia dan memiliki aroma yang sangat wangi.

Umur musang luwak ini dapat mencapai 15 tahun dan dapat beranak dari 3 sampai 6 ekor. Anak musang memiliki panjang sekitar 43 cm diukur dari ujung kepala sampai ekor. Untuk ukuran musang dewasa bisa mencapai 92 cm dengan bobot 4.5 kg. Hewan ini juga memiliki sifat kanibal, jika seekor induk musang beranak bisa memangsa anaknya sendiri.

Related article: Pembuatan Kopi Luwak

Spread the Word, like or share this page, your friends will also love it and thanks for it.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked by *.

Top