Categories: Kopi Luwak

Proses Pembuatan Kopi Luwak

Proses pembuatan kopi luwak hampir sama dengan proses pembuatan kopi metode kering (dry process), berikut ini tahapan proses pembuatan kopi luwak :

Pengumpulan Kotoran (Feses) Luwak

Pengumpulan kotoran (feses) biasanya ada yang dilakukan 1 kali sehari dan 2 atau 3 kali sehari tergantung penangkarnya. Panen kopi luwak biasanya dilakukan pagi hari sampai siang hari. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan feses adalah garuk, feses dikumpulkan di dalam suatu tempat lalu dikeringkan. Feses ini ada yang berbentuk gumpalan atau juga yang sudah terpecah-pecah.

Pengeringan Kotoran (Feses) Luwak

Proses pengeringan feses ini disebut juga tempering. Pengeringan dilakukan untuk mengurangi kadar air sampai 16%. Agar proses pengeringan berjalan sempurna sebaiknya dilakukan dengan alas berupa tampah bambu. Proses pengeringan dilakukan dengan cara mendinginkan feses secara tidak langsung (dikering-anginkan). Proses pengeringan ini berlansung selama 2 sampai 7 hari saja.

Pembersihan Kotoran (Feses) Luwak

Feses luwak dibersihkan dari kotoran-kotoran yang menempel dengan cara diguyur oleh air secara terus menerus. Prose pembersihan ini dilakukan berulang-ulang sebanyak lebih dari 7 kali sampai yang tersisa hanya biji kopi berkulit tanduk.

Pengeringan Kotoran (Feses) LuwakTahap Kedua

Pengeringan ini bertujuan untuk mengurangi kadar air, biji-biji kopi yang masih berkulit tanduk dikeringkan kembali dengan menggunakan alas anyaman bambu atau berupa tampah selama 3 sampai 7 hari tergantung cuaca atau terik matahari.

Pengupasan Kulit Tanduk

Pengupasan biji kopi ini dilakukan dengan menggunakan alat tradisional yang beralaskan karet dan digerakkan dengan tangan. Caranya dengan mengosok dan menekan biji kopi berkulit tanduk yang telah kering tersebut sampai kulit tanduknya mengelupas. Setelah itu biji kopi yang sudah berupa beras (green beans) itu dikeringkan kembali.

Pengeringan Biji Kopi Beras (Green Beans)

Proses pengeringan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi kadar air sampai 13%. Pengeringan biji kopi ini harus dilakukan secara hati-hati agar ujung biji kopi tidak pecah. Pengeringan dianggap selesai setelah kadar air telah mencapai 12-13%, diukur dengan menggunakan alat cera meter atau moisture.

Penyortiran

Proses penyortiran dilakukan dengan tujuan agar biji kopi luwak bersih dari kotoran seperti debu, pasir dan tanah. Kopi luwak termasuk kedalam katagori kopi grade 1, karena telah melalui berbagai proses pengolahan dan penyortiran dengan proses fermentasi yang berlangsung sempurna.

Pengemasan

Pengemasan yang tepat bertujuan untuk membantu memperpanjang daya tahan kopi. Tempat pengemasan yang baik adalah dengan menggunakan karung goni berkapasitas volume 60 kg. Untuk kemasan 1 kg biasanya dikemas dengan kemasan alumunium foil. Kemasan kopi luwak harus kedap udara yang dilengkapi valve dan zipper. Valve berfungsi untuk mengeluarkan udara yang tersisa di dalam kemasan sehingga udara dari luar tidak bisa masuk ke dalam kemasan. Dan zipper berfungsi sebagai resleting untuk membuka dan menutup kemasan.

Penyimpanan

Proses penyimpanan sangat mempengaruhi kualitas kopi luwak, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi yaitu :

  • Tempat penyimpana mempunyai sirkulasi udara yang baik.
  • Kandungan kadar air 12 sampai 13%.
  • Suhu ideal 10 sampai 28 derajat Celcius.
  • Kelembaban ideal 52 sampai 75%.
  • Lama penyimpanan di dalam gudang penyimpanan paling lama 6 bulan.

Jika persyaratan tersebut tidak terpenuhi maka kualitas kopi luwak beresiko cacat seperti terjadinya pertumbuhan jamur, perubahan warna, hama kutu. Suhu selama penyimpanan biji kopi merupakan faktor yang sangat penting.

Related article: Jual Kopi Luwak Asli 

Facebook Comments

Top